Thursday, February 19, 2009


Busettt… betapa kagetnya aku melihat Chris beradu pendapat, bertatap muka dengan Jason di Kafetaria Kampus. Sejenak, aku berpikir kalau mereka hanya berdebat tentang konser band kampus yang bakal diadain awal bulan Mei.tiba-tiba saja..

“ Lyn…Lerai mereka tuh. Kamu tahu ga sih mereka berdebat gara-gara kamu.” sapa Rey mengagetkanku.

“ Hahhh?? Kok bisa?? Emang aku salah apa??” tanyaku balik, plos kayak wajah tanpa berdosa.

“ Ya, ampun Lyn,, Kamu tahu ga kemarin yang kamu pelukan diruangan sama Jason.. Itu ngebuat hati Chris panas.. Ngerti ga??”

Astaga, ternyata kesalahan kecilku itu ternyata bias menjadi kesalahan besar menurut orang lain, termasuk Chris. Dan aku baru menyadarinya.

“ Tapi, kok dia bisa tahu?? Lagian aku dengan Jason kan ga ada apa-apa. Kamu tahu sendirikan gimana kedekatan aku dengan mdia.” aku mencoba untuk menjelaskan.

“ Biasa, cewek yang rada sentimen sama kamu. Kemarin aku melihat Silvi menarik tangan Chris menuju kelas. Menurutku, Chris dari awal sudah memperhatikan kalian. Udahlah Lyn, percuma kamu ngejelasin sekarang. Lerai mereka aja dulu, ok??!!” bujuk Rey, sahabatku yang paling dekat di kampus.

Tanpa banyak omong, aku langsung menghampiri Jason dan Chris. Sesaat kakiku terhenti ketika aku mendengar ucapan pernyataan dari Jason.

“ 1 hal Chris supaya kamu tahu, aku ga rela kalau Evelyn kamu sakitin. Dia bukan cewe’ yang bisa kamu samain dengan yang lain yang bisa dengan mudahnya kamu kencani. “ ucap Jason.

“ Jangan pernah campuri urusan kami. Emangnya kenapa?? Kamu suka ya sama Evelyn?? “ bentak Chris.

“ Masalah Evelyn masalah aku juga. Kalau aku memang menyukai dia kenapa? Aku sayang sama dia, kenapa?? Kamu ga suka?? “ balas Jason.

Betapa kagetnya aku mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Jason. Aku ga nyangka kenapa bisa begini jadinya.

“ Hentikan.. “ teriakku. Kupandangi wajah mereka satu per satu. Sepertinya kaget banget melihat aku tiba-tiba nongol dihadapan mereka.

“ Jangan kayak anak kecil. Mempermasalahkan hal yang ga perlu dipermasalahkan. Kalian berdua sama saja.. “ teriakku dan aku mengakhirinya dengan keluar dari ruangan.

***


to be continued >>>

0 comments:

Post a Comment

Te'amo>>>