Thursday, February 19, 2009


Ada sekitar 2 minggu aku tidak menemui mereka baik Chris maupun Jason. Aku hanya mencoba untuk menenangkan hati dan pikiranku. Aku ga sanggup melawan pikiranku untuk bertemu denagn Chris, orang yang aku sayangi. Dan aku juga ga sanggup jika tidak mendengar sapaan, kehadiran Jason yang sekian lama telah menemaniku.

Tepat tanggal 28 April 2006, aku datang ke rumah Chris tepatnya pukul 7 malam. Kulihat mobilnya masih ada di halaman depan, berarti dia ada di rumah. Ku ketuk pintu, namun ada sekitar 5 menitan aku menunggu agar pintu dibukakan, namun tidak juga. Akhirnya aku mencoba untuk masuk ke dalam dan kebetulan pintu rumahnya tidak di kunci.

Yang kudapatkan rumah dalam keadaan sepi. Ku coba melangkahkan kaki ke ruang santainya tempat kami biasanya nonton TV bersama. Dan betapa kagetnya aku karena yang kudapatkan juga adalah Chris bersama seorang gadis. Mungkin jika hanya sekedar duduk sih ga masalah, tapi yang aku lihat mereka sedang berciuman di depan mataku. Dan yang paling menyakitkan juga, gadis itu adalah orang yang aku kenal, gadis yang amat sentimen denganku. Yupss, Silvi.

“ Chris,, “ teriakku yang mengagetkan mereka berdua.

“ Evelyn, Lyn,, tunggu Lyn,, biar aku jelasin dulu.. “

Chris berusaha untuk menahan aku, namun aku sudah tidak peduli lagi dengan ucapannya.

“ Apa?? Kamu mau aku disini terus, melihat kalian berduaan, beromantis ria.. Lepasin kau. Percuma aku datang. “

Teriakku tanpa kontrol.

“ Lyn,, beri aku waktu buat ngejelasin semuanya.. “ harapnya.

Namun,, aku sudah ga mau tahu dan peduli lagi.

Ternyata perjuanganku untuk baikan dengan Chris percuma. Semuanya udah selesai. Ga ada lagi kata-kata mesra, kata-kata sayang, ga ada lagi orang yang bisa aku jadikan tempat bermanja, ah semuanyalah.. aku harus menghapus nama Chris dari kehidupanku. But, wait,, Masih ada Jason. Akhirnya aku sadar ternyata Jason juga salah satu orang yang penting dalam kehidupanku. Aku mencoba untuk menghubunginya lewat HP, tapi HPnya ga aktif. Aku datangi ke rumahnya, namun dia tidak ada.

“ Jason,, kamu dimana?? Aku membutuhkanmu “ teriakku dalam hati.

Aku sadar, aku memang ga pantas melakukan hal ga adil seperti ini. Sepertinya Jason hanya aku jadikan tempat dimana aku lagi butuh dia harus ada disampingku.

“ Maafkan aku, Jas.. Kamu dimana?? “ teriakku kembali dalam hati.

Lemas banget tubuh ini rasanya. Ga sanggup lagi menerima kenyataan yang ada. Ku langkahkan kakiku menuju loteng kesayanganku dan Jason. Aku hanya mampu mengkhayal, mengharapankan agar semua ini tidak terjadi.

“ Jason,,,,Kamu dimana? Kenapa kamu tinggalin aku sendiri? “ teriakku yang akhirnya bisa juga aku keluarkan sekuat-kuatnya.

“ Lyn,, “ terdengar suara dari belakangku. Suara itu bukanlah suara asing lagi. Perlahan-lahan aku mencoba untuk menoleh ke belakang.

“ Jason.. “ kataku mencoba untuk bangkit berdiri.

“ Lyn,, aku disini. Aku ga kemana-mana kok. “

“ Jas,, jangan tinggalin aku sendiri. Maafin aku, Jas,,Kalau selama ini ga mendengar kata-kata kamu. Akhirnya aku sadar, Chris memang bukan orang yang tepat. “

“ Sudahlah, Lyn. Aku yakin kok kalau suatu saat kamu pasti menyadarinya. “

“ Kamu jangan menghilang tanpa bilang ke aku dulu ya.. “ kataku.

“ Itu sih bukan menghilang namanya,Lyn.. Lagian, rugi banget kalau aku harus pergi meninggalkan gadis manis, gadis yang selama ini aku sayangi…” ucapnya sambil membelai rambutku.

Aku kaget, dibilang pengen muntah antara ya dan tidak. Habisnya jarang-jarang Jason bisa mengeluarkan kata pujian untukku apalagi ada kata ‘aku sayangi’.. Upsss,,,apa aku ga salah dengar ya??!!

“ Jas,, kamu serius tuh?? “ tanyaku..

“ Hahh?? Ih, kamu GeeR banget sih.. Tapi, ya aku akui kalau aku menyimpan rasa ini kurang lebih 3 bulan yang lalu. Aku baru menyadari kalau aku takut baget kehilangan kamu.” Jelasnya.

“ Sayang??” tanyaku lagi.

Dia hanya mengangguk.

“ Banget? “ tanyaku meyakinkan.

“ Lyn, aku dari dulu sudah sayang sama kamu. Dan aku ngerasa rasa sayang ini bukan hanya sekedar sayang seorang sahabat. “ jelasnya lagi.

“ Terus, kalau aku ga sayang dan ga cinta sama kamu gimana?? “ tanyaku.

“ Cinta ga harus memiliki,, Hahahaha,, ga mungkin banget kamu ga sayang sama aku,,, Ayo, jawab jujur.. “ candanya tapi serius mencoba untuk menghilangkan kekakuan.

Aku hanya membalas dengan senyuman. Dan senyuman yang kuberikan kepadanya sepertinya dia bisa mengartikan maksud dari senyumanku. Dan betapa kagetnya aku ketika tubuh kekarnya spontan memelukku. Hangat rasanya.. kebetulan banget, soalnya dari tadi aku kedinginan,hahahaha,,, dasar Evelyn…

“ Jas, apa perlu aku jelaskan?? Menurutku ada beberapa hal yang kadang kala ga perlu kita jelaskan lewat kata-kata.. Ya ga?? “ ucapku yang masih berada dalam pelukannya.

***

Singkat cerita, akhirnya aku berpacaran dengan Jason.. Harapanku, kami bisa terus mempertahankan hubungan ini sampai kami bisa melanjutkan ke hubungan yang bukan sekedar pacarn lagi.

Thanks Lord, I’ve found him…

-End-

OPHIE

200806

0 comments:

Post a Comment

Te'amo>>>